blogodot

Selasa, 05 Februari 2019

UNTAIAN DO'A BERTABUR AIR MATA

20 Mei 2014
27 JUNI 2017 · PUBLIK
Malam itu,19 Mei 2014 adalah hari yg sangat panjang bagiku.Aku fikir kata "lulus" adalah satu"nya kata yg aku harapkan saat itu.ternyata tidak,disisi lain aku mengharapkan kata "sembuh" untk bpk yg sedang terbaring sakit.Tak bisa dilukiskan perasaanku waktu itu.20 mei tepat pukul 01.00 ku terima pemberitahuan kelulusan via internet,meski sudah dinyatakan lulus tetap saja kebahagiaanku tak lengkap karna bpk hanya terbaring kesakitan melihat keberhasilanku itu.
Keadaan bpk sudah tak memungkinkan untuk tetap dirumah akhirnya ba'da maghrib bpk dibawa ke RS.kami sangat panik dg keadaan bpk,setelah sampai diRS "S" bpk dirujuk ke RSUD "T" setibanya disana alasan klasik pun kami terima dari pihak RS "kamar penuh" seolah menjadi kalimat penolakan secara halus bagi pemakai jamkesmas yg diberikan pemerintah,pihak RS menyarankan agar bpk dibawa ke RS lain,pdahal setelah ditelusuri banyak kamar yg tak berpenghuni.karna jarak yg lumayan jauh antara rumah dan RS juga tak ada biaya jika harus dibawa ke RS swasta maka kami memutuskan untuk bertahan di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD T karna blm mndpt kamar wktu itu.2 malam tak tidur ,mana bisa aku terlelap sementara bpk meringis kesakitan? Jerit tangis para pesakitan seolah membuatku ngilu mendengarnya.tak ada kursi tunggu,tak ada alas,bermalam diatas keramik dlm ruang berAC membuat tulang"ku serasa beku berselimutkan pilu ditemani rasa ngilu yg berkepanjangan.
Sesaat setelah bpk diperiksa dokter jaga,umi disuruh ke bagian laboratorium untuk mengambil hasil pemeriksaan alangkah terkejutnya aku ketika dokter memintaku untk menandatangani surat persetujuan karna bpk akan segera dioperasi.sulit diterima tapi aku harus menandatangani dokumen itu,menangislah sejadi"nya,rasa takut kehilangan membuatku berfikir macam2.dokter menganjurkan bapa untk berpuasa sebelum dioperasi,bagaimana air mata bisa berhenti menetes saat menyaksikan seorang psakitan diharuskan menahan lapar dan haus.
Paginya,keadaan bpk sudah memungkinkan untuk dioperasi akhirnya pukul 12.30 bpk dibawa ke ruang bedah untuk dioperasi,sepanjang jalan menuju ruang bedah tak henti ku berdoa sambil menangis,memohon pertolongan pada Allah swt untk memberikan keselamatan dan kesehatan kepada bpk.sampai dipintu ruang bedah aku dan umi ditahan tak boleh masuk.air mata tak tertahankan lagi ketika dokter menyuruh menyampaikan kata" terakhir.ingin rasanya aku menampar mulut dokter yg lancang itu,tapi aku sadar dialah yg akan menjadi perantara untuk kesembuhan bpk.batinku menjerit melihat bpk disebelah kiriku akn segera dioperasi sedangkan disamping kananku umi mulai tumbang disudut pintu.
Ku tatap binar mata yg penuh kepasrahan seolah sudah rela jika ia diminta untuk meninggalkan kami,tak ada lagi yg bisa ku lakukan selain berdoa,sebelum pintu ditutup ku genggam tangan bpk,aku mencium keningnya sambil menahan tangis "bpk pasti sembuh" hanya kalimat itu yg mampu ku ucap sesaat sebelum bpk dioperasi.untk pertama kalinya aku melihat bpk meneteskan air mata.
Umi histeris ketika pintu ruang bedah ditutup,ku peluk umi mencoba menenangkan,aku berusaha tak menangis didepan umi meski akupun rapuh saat itu.aku ingin menunjukan baktiku pda mereka ditengah keadaan sulit seperti itu,tapi tetap saja aku tak bisa berbuat banyak.
5 jam terasa sangat panjang,betapa senangnya ketika bpk dibawa keluar ruang bedah dg selamat,dipindahlah bpk keruang rawat inap yg hanya boleh ditunggu oleh 1 org keluarga.saat malam tiba aku tidur didepan kamar,aku yg kedinginan akibat bersentuhan langsung dg angin malam membuat umi tak tega melihatku.akhirnya umi menyuruhku masuk dan untuk mengelabui petugas yg mengontrol aku tidur dibawah tempat tidur bpk.dg kondisi bpk yg masih lemah mana bisa aku jauh darinya,tiap bpk merasa haus hanya 3 sendok air putih yg bisa ku berikan padanya.ya Allah...tak sanggup rasanya aku menahan kesedihan waktu itu.
setelah 3hari pasca operasi kondisi bpk makin membaik akhirnya bpk diizinkan pulang..ALHAMDULILLAH
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan

terharu 
1

sampai merinding bacanya
1

amiiiiiin ya robal alamin
Tulis komentar...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar